Panduan
Cara membuat content calendar media sosial mingguan dan bulanan
Oleh Pure · Diperbarui 3 November 2026
Content calendar media sosial adalah tabel yang mencatat tanggal, platform, pilar konten, ide, caption, dan status tiap post. Buat dulu versi mingguan dengan 7 kolom, isi satu ide per slot, lalu ubah ke versi bulanan setelah kamu terbiasa. Panduan ini memberi daftar kolom, contoh tabel, dan cara menentukan pilar konten.
Kolom apa saja yang perlu ada di content calendar?
Tujuh kolom sudah cukup untuk satu orang. Kalau tim lebih dari satu, tambahkan kolom penanggung jawab.
| Kolom | Isi | Contoh |
|---|---|---|
| Tanggal dan jam | Waktu tayang yang direncanakan | Selasa, 09.00 |
| Platform | Akun tujuan | Instagram, LinkedIn |
| Pilar | Kategori konten | Edukasi |
| Ide | Satu kalimat inti post | 3 kesalahan memotret produk di dekat jendela |
| Format | Bentuk post | Carousel, foto tunggal, teks |
| Caption | Teks final atau tautan ke drafnya | Draf v2 |
| Status | Posisi pengerjaan | Ide, draf, terjadwal, tayang |
Kolom status membuatmu langsung tahu slot mana yang masih kosong sebelum minggu berjalan.
Apa itu pilar konten dan bagaimana menentukannya?
Pilar konten adalah kategori tetap yang kamu putar bergantian, supaya akun tidak berisi satu jenis post saja. Tiga sampai lima pilar cukup untuk kebanyakan akun.
- Edukasi: tips, cara kerja, kesalahan umum di bidangmu.
- Proses: di balik layar, cara produk dibuat atau jasa dikerjakan.
- Bukti: hasil kerja, studi kasus milikmu sendiri, jawaban atas pertanyaan yang sering masuk.
- Promosi: penawaran, produk baru, ajakan beli atau daftar.
- Interaksi: pertanyaan, polling, ajakan berbagi pengalaman.
Cara memilihnya: lihat 20 pertanyaan terakhir dari pelanggan, kelompokkan, dan beri nama tiap kelompok. Nama kelompok itu jadi pilarmu.
Seperti apa contoh content calendar mingguan?
Contoh ini untuk lima post per minggu dari satu toko fiktif yang menjual perlengkapan kopi. Ganti ide dengan topik milikmu.
| Hari | Platform | Pilar | Ide | Status |
|---|---|---|---|---|
| Senin | Instagram, Facebook | Edukasi | Perbedaan gilingan kasar dan halus | Terjadwal |
| Selasa | Proses | Cara kami mengemas pesanan dalam 3 langkah | Draf | |
| Rabu | Threads | Interaksi | Pertanyaan: metode seduh favoritmu apa? | Ide |
| Kamis | Bukti | Jawaban 3 pertanyaan yang paling sering masuk | Draf | |
| Jumat | Instagram, Facebook | Promosi | Paket pemula dengan harga sampai akhir bulan | Ide |
Pola 1 promosi dari 5 post hanya contoh pembagian. Proporsi yang cocok baru kelihatan setelah beberapa minggu melihat metrikmu.
Pilih kalender mingguan atau bulanan?
Mingguan cocok kalau kamu baru mulai atau topiknya sering berubah. Bulanan cocok kalau ada tanggal tetap seperti peluncuran produk, hari besar, atau acara.
Banyak orang memakai keduanya: tampilan bulanan untuk melihat kepadatan dan tanggal penting, tampilan mingguan untuk menulis dan menjadwalkan.
Langkah membuat content calendar dari nol
- 1Tentukan akun dan platform yang akan diisi, lalu jumlah post per minggu yang realistis.
- 2Tulis 3 sampai 5 pilar konten.
- 3Buat tabel dengan 7 kolom di atas, satu baris per slot.
- 4Isi kolom ide dulu untuk empat minggu ke depan, caption menyusul.
- 5Tulis caption per minggu dan ubah status menjadi draf, lalu terjadwal.
- 6Setiap akhir minggu, cocokkan dengan metrik dan perbaiki minggu berikutnya.
Di content planner Pure, tabel ini sudah berbentuk kalender minggu dan bulan, dengan composer dan draf di dalamnya. Kamu juga bisa melihat posisi panduan ini dalam alur lengkap di jadwal posting media sosial.
Setelah kalender terisi, langkah berikutnya adalah menyesuaikan caption untuk tiap platform; batasnya ada di panduan panjang caption per platform.